0

Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

Pembahasan kita sekarang yakni Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan. Kita tahu sebagai energi kesehatan (bidan / perawat) harus untuk memenuhi keperluan pasien secara holistik (menyeluruh), mulai dari biologis, psikologis, spiritual, sosial, dan kultural.

Enam Peranan  Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

Hal hal yang demikian mengacu pada pengertian sehat berdasarkan WHO “Health is a state of complete physical, mental and social well – being and not merely theabsence ofdisease or infirmity”. (sehat yaitu suatu situasi sejahtera yang meliputi lahiriah, mental dan sosial yang tidak cuma bebas dari penyakit atau kecacatan).

Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

Sedangkan pengertian sakit kebalikan dari sehat, ada 3 konsep dalam bahasa inggris adalah disease, illness dan sickness. Disease berarti penyakit bersifat medis yang bisa diukur secara objektif, gejalanya dapat dikenal dari suatu diagnose, baik memakai indra maupun pakai alat pensupport medis lainnya.

Dari pengertian sehat di atas ada satu hal yang mungkin kita kerap kali abaikan ataupun dilupakan yaitu kebutuhan dasar psikis / mental / jiwa pasien. Sebab illness yaitu konsep psikis mengacu pada perasaan, persepsi, atau penalaman subjektif seseorang terhadap kondisinya.

Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

Kita semua tahu peran perawat dan bidan adalah sebagai konselor, pendidik, peneliti, pemberi pelayanan langsung, koordinator dan sebagai pengacara. Umpamanya peran kita dan model persoalan yang sering kali kita natural dalam memberikan asuhan pada klien :

1. Konselor

Sebagai konselor umumnya kita menjadi daerah bertanya, konsultasi dan pembicaraan. Kita tahu kadang klien atau keluarga klien dalam bertanya pembicaraan biasanya ada yang sedikit kecewa, marah, keder, dan banyak respon lainnya.

Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

2. Pendidik

Disini bagaimana sistem menyampaikan pendidikan kesehatan pada klien, keluarga dan masyarakat lainnya dengan komunikasi yang tepat sasaran, kadang mereka ada yang acuh, ada yang menganggap hal yang kurang penting, dan sebagainya.

3. Peneliti

Bagaimana sistem mengenal hasil evaluasi yang kita berikan tepat sasaran atau tidaknya dalam menangani klien. Bisa saja dari evaluasi terapi kondisi klien sama-sama saja, dapat kemungkinan dari terapi kita yang belum efektif.

4. Pemberi pelayanan langsung

Kita bisa berperan sebagai pemberi pelayanan seketika contohnya komunikasi terapeutik, praktik pelayanan kesehatan, dan pemberi asuhan yang menjalankan integrasi terapi komplementer. Masalah yang tak jarang terjadi disini kurangnya skill perawat dalam komunikasi, terapi komplemen, menyebabkan klien kita bilang “perawat dan bidan di RS X judesnya minta ampun, cuek, galak, dan sebagainya”

Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

5. Koordinator

Perawat lebih banyak berinteraksi dengan klien sehingga peran koordinator dalam terapi komplemen juga amat penting. Perawat bisa mendiskusikan terapi komplementer dengan dokter yang merawat dan unit manajer berhubungan. Bagaimana cara diskusi terapi komplemen jika kitanya juga hanya sedikit malah tak ada yang dapat menjalankan terapi ini.

6. Advokat

Meski sebagai pengacara perawat berperan untuk memenuhi permintaan keperluan perawatan komplemen yang mungkin diberikan termasuk perawatan alternatif. Kadang ketika klien ketika mengeluh nyeri kita biasanya menasehati klien untuk “coba ibu tarik napas dalam”, atau ada juga “sebentar bu saya konsultasikan dengan dokter”.

Bagaimana jika kita ubah menjadi “ibu ada cara menangani untuk mengurangi sakitnya, ibu bersedia?, ini yakni suatu terapi pelengkap, mari aku bimbing bu” ada yang seperti ini kah? Mungkin kalaupun ada pasti hanya sedikit. Mengapa sedikit? Karena dari energi kesehatan saja hanya sebagaian yang mengenal terapi pelengkapnya.

Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan

Dari berbagai keadaan sulit yang dihadapi, kita (perawat dan bidan) semestinya mencari solusi yang terbaik. Sebab perawat dan bidan salah satu bagian yang paling penting, dan paling banyak dari daya kesehatan lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi klien baik di Rumah Sakit ataupun di di Masyarakat.

Umpamanya, Coba saja bagaimana jikalau kita mogok kerja, siapa yang memberikan asuhan pada klien, meski kita 24 jam mengenal keadaan klien sepenuhnya, jadi berbanggalah rekan-rekan semuanya.

Sebetulnya banyak terapi komplemen yang dapat kita kuasai untuk menangani permasalahan psikologi klien, salah satunya yaitu sistem menangani psikologi klien dengan terapi hipnosis lebih dikenal dengan Hipnoterapi. Sebab hipnoterapi ini digunakan oleh para perawat atau bidan maka disebut Hypnonursing. Apakah kawan-kawan ketahui dengan terapi komplemen yang satu ini? Mungkin kebanyakan masih asing di alat pendengar seorang perawat dan bidan.

Sekian informasi perihal Enam Peranan Suster dan Paramedis dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan, kami harap post ini membantu Anda. Kami berharap postingan ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *