0

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

Sekarang kami akan ulas perihal Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!. Kita tahu sebagai tenaga kesehatan (bidan / perawat) semestinya untuk memenuhi keperluan pasien secara holistik (menyeluruh), mulai dari biologis, psikis, spiritual, sosial, dan kultural.

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

Hal tersebut mengacu pada pengertian sehat menurut WHO “Health is a state of complete physical, mental and social well – being and not merely theabsence ofdisease or infirmity”. (sehat ialah suatu situasi sejahtera yang mencakup lahiriah, mental dan sosial yang tak hanya bebas dari penyakit atau ketidaknormalan).

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

Padahal pengertian sakit kebalikan dari sehat, ada 3 konsep dalam bahasa inggris ialah disease, illness dan sickness. Disease berarti penyakit bersifat medis yang bisa dinilai secara objektif, gejalanya dapat diketahui dari suatu diagnose, bagus mengaplikasikan indra maupun gunakan alat pensupport medis lainnya.

Dari pengertian sehat di atas ada satu hal yang mungkin kita tak jarang abaikan maupun dilupakan yakni keperluan dasar psikis / mental / jiwa pasien. Karena illness yakni konsep psikologis merujuk pada perasaan, persepsi, atau penalaman subjektif seseorang terhadap kondisinya.

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

Kita semua tahu peran perawat dan bidan adalah sebagai konselor, pengajar, peneliti, pemberi pelayanan langsung, koordinator dan sebagai pengacara. Umpamanya peran kita dan model permasalahan yang tak jarang kita alami dalam memberikan asuhan pada klien :

1. Konselor

Sebagai konselor lazimnya kita menjadi daerah bertanya, konsultasi dan diskusi. Kita tahu kadang klien atau keluarga klien dalam bertanya pembicaraan umumnya ada yang sedikit kecewa, murka, linglung, dan banyak respon lainnya.

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

2. Pengajar

Disini bagaimana cara memberi tahu pendidikan kesehatan pada klien, keluarga dan masyarakat lainnya dengan komunikasi yang tepat sasaran, kadang mereka ada yang acuh, ada yang menganggap hal yang kurang penting, dsb.

3. Peneliti

Bagaimana sistem mengenal hasil evaluasi yang kita berikan efektif atau tidaknya dalam menangani klien. Dapat saja dari evaluasi terapi kondisi klien sama-sama saja, dapat kemungkinan dari terapi kita yang belum efektif.

4. Pemberi pelayanan segera

Kita bisa berperan sebagai pemberi pelayanan langsung semisal komunikasi terapeutik, praktik pelayanan kesehatan, dan pemberi asuhan yang melaksanakan integrasi terapi pelengkap. Persoalan yang kerap kali terjadi disini kurangnya skill perawat dalam komunikasi, terapi komplemen, menyebabkan klien kita bilang “perawat dan bidan di RS X judesnya meminta ampun, cuek, galak, dan lain-lain”

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

5. Koordinator

Perawat lebih banyak berinteraksi dengan klien sehingga peran koordinator dalam terapi komplementer juga betul-betul penting. Perawat bisa membicarakan terapi komplemen dengan dokter yang merawat dan unit manajer berhubungan. Bagaimana sistem diskusi terapi pelengkap apabila kitanya juga cuma sedikit malah tidak ada yang dapat menjalankan terapi ini.

6. Pengacara

Walaupun sebagai advokat perawat berperan untuk memenuhi permintaan keperluan perawatan komplemen yang mungkin diberi termasuk perawatan opsi. Kadang ketika klien dikala mengeluh nyeri kita lazimnya mengarahkan klien untuk “coba ibu tarik nafas dalam”, atau ada juga “sejenak bu saya konsultasikan dengan dokter”.

Bagaimana kalau kita ubah menjadi “ibu ada sistem menangani untuk mengurangi sakitnya, ibu bersedia?, ini ialah suatu terapi pelengkap, mari aku bimbing bu” ada yang seperti ini kah? Mungkin kalaupun ada pasti cuma sedikit. Mengapa sedikit? Sebab dari tenaga kesehatan saja hanya sebagaian yang mengetahui terapi komplementernya.

Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!

Dari beragam dilema yang dihadapi, kita (perawat dan bidan) harus mencari solusi yang terbaik. Sebab perawat dan bidan salah satu komponen yang paling penting, dan paling banyak dari daya kesehatan lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi klien baik di Rumah Sakit maupun di di Masyarakat.

Umpamanya, Coba saja bagaimana bila kita mogok kerja, siapa yang memberikan asuhan pada klien, sedangkan kita 24 jam mengetahui situasi klien sepenuhnya, jadi berbanggalah rekan-rekan semuanya.

Hakekatnya banyak terapi komplemen yang bisa kita kuasai untuk menangani masalah psikologi klien, salah satunya merupakan sistem menangani psikologi klien dengan terapi hipnosis lebih diketahui dengan Hipnoterapi. Sebab hipnoterapi ini dipakai oleh para perawat atau bidan karenanya disebut Hypnonursing. Apakah teman-teman kenal dengan terapi komplementer yang satu ini? Mungkin kebanyakan masih asing di alat pendengaran seorang perawat dan bidan.

Sekian info perihal Memahami Enam Peranan Perawat dan Paramedis? Why Not!, semoga artikel kali ini berguna buat kawan-kawan semua. Kami berharap artikel ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *